America news
Washington, D.C. – Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden terus memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, salah satu mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kebijakan telah digulirkan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, keamanan, dan perubahan iklim.
Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Salah satu fokus utama kebijakan AS terhadap Indonesia adalah memperluas kerja sama ekonomi. Pada 2023, kedua negara sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral, yang saat ini mencapai sekitar $40 miliar per tahun
AS juga mendorong investasi di sektor infrastruktur dan teknologi digital Indonesia, termasuk melalui program Partnership for Global Infrastructure and Investment(PGII).
Selain itu, AS mendukung Indonesia dalam mengembangkan industri kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Beberapa perusahaan AS, seperti Tesla dan Ford, telah menyatakan minat untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya dalam pengembangan baterai kendaraan listrik yang memanfaatkan cadangan nikel terbesar di dunia.
Dukungan untuk Keamanan Maritim dan Pertahanan
Di bidang keamanan, pemerintahan Biden memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia, termasuk melalui pelatihan militer dan transfer teknologi. AS juga mendukung Indonesia dalam menjaga kedaulatan maritim, terutama di Laut China Selatan, di mana Indonesia sering bersinggungan dengan klaim teritorial China.
Pada 2024, AS menyetujui penjualan pesawat tempur F-15EX dan sistem pertahanan rudal ke Indonesia senilai $13,9 miliar, sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia.
Kerja Sama Perubahan Iklim dan Energi Bersih
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia, menjadi mitra penting AS dalam isu perubahan iklim. Melalui program Just Energy Transition Partnership(JETP), AS bersama negara-negara G7 berkomitmen menyediakan pendanaan $20 miliar untuk membantu Indonesia beralih dari energi fosil ke energi terbarukan.
Presiden Biden juga memuji langkah Indonesia dalam mengurangi deforestasi dan mendorong pembangunan berkelanjutan.Indonesia memainkan peran kunci dalam memerangi perubahan iklim, dan AS siap mendukung upaya ini, ujar Biden dalam KTT G20 di Bali.
Tantangan dan Kritik
Meski hubungan AS-Indonesia semakin erat, beberapa tantangan masih ada, termasuk ketegangan terkait kebijakan perdagangan dan hak asasi manusia. Beberapa kelompok di AS mengkritik pemerintahan Biden karena dinilai kurang tegas menanggapi isu-isu seperti kebebasan beragama dan perlindungan buruh di Indonesia.
Namun, secara umum, hubungan kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif. Indonesia adalah mitra penting bagi AS di Indo-Pasifik, dan kami berkomitmen untuk memperdalam kemitraan ini, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam kunjungannya ke Jakarta awal tahun ini.
Apa Selanjutnya?
Ke depan, kedua negara diprediksi akan terus memperluas kerja sama, terutama dalam teknologi hijau, keamanan siber, dan pendidikan. Dengan Indonesia yang akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2025, peran AS sebagai mitra strategis diperkirakan akan semakin menguat.
Ditulis oleh: [JnLrs.blogspot.com]
Artikel ini dibuat berdasarkan sumber-sumber terpercaya dan tidak mengandung plagiarisme. Setiap informasi dapat diverifikasi melalui rilis resmi pemerintah AS dan Indonesia.
Ingin update berita internasional terkini? Pantau terus [JnLrs.blogspot.com] untuk informasi terbaru .